Tangisan Ranti…

“Aku pasti bisa, selama ini apa yang kukerjakan berhasil dengan sempurna, tanpa ada sedikit cela yang terjadi. Semuanya selalu terpesona dengan karyaku, semua orang memujiku dan aku menyadari begitu bertalentanya diriku sehingga semua orang akan berdecak kagum dengan mengeluarkan kata you are excellence.Dengan sedikit saja sentuhan tanganku, semua berubah menjadi berwarna, semuanya menjadi indah dan semua itu terbukti, terbukti dengan begitu banyaknya penghargaan yang kudapat. Penghargaan yang menjadikan aku sebagai seseorangn yang diakui talentanya, seseorang yang berhasil memadukan 2 unsur, art & smart.”

Aku mengutip kata-kata yang keluar dari mulut seorang Ranti, teman kampusku yang bisa dibilang seorang mahasiswi berprestasi. Sangat berprestasi malah, dengan begitu banyak deretan prestasi yang selalu menghampirinya. Mulai dari lentik tangannya ketika membawakan sebuah tari terkenal dari bali. Kepiawaian nya memetik senar-senar gitar akustik yang menghasilkan melodi-melodi indah. Puluhan lagu yang diciptakan dari eksperimennya dengan piano yang ditekuninya dari kecil. Alunan biola yang menggetarkan hati ketika seorang Ranti mulai menggesek biola. Lantunan suaranya yang merdu yang selalu menghanyutkan perasaan setiap orang yang mendengarnya. Belum lagi prestasi-prestasi akademisnya yang seolah bersaing keras dengan prestasinya didunia seni. Sertifikat sebagai juara I pemenang olimpiade matematika dan fisika tingkat nasional. Selalu juara umum dan lulus sebagai siswa dengan nilai tertinggi diantara semua sekolah yang ada di ibukota Negara tercinta. Belum lagi kecakapannya berbicara dengan menggunakan bahasa asing, Ranti menguasai setidaknya 4 bahasa asing, inggris, mandarin, perancis dan jepang. Sungguh Ranti adalah seorang sosok wanita jelang dewasa yang sangat beruntung. Ditambah lagi dengan limpahan materi dari sepasang orang tua yang berkarir cemerlang dan memiliki status terpandang yang merupakan pejabat teras di sebuah lembaga peradilan.

Tidak disitu saja keistimewaan seorang Ranti. Ranti yang berwajah cantik juga menjadi idola di kalangan mahasiswa laki-laki. Begitu banyak yang memujanya, namun begitu banyak pula yang menghujatnya. Mahasiswa perempuanpun juga begitu, sikap mereka terhadap Ranti juga berbanding lurus terhadap mahasiswa laki-laki. Sebagian terpesona dengan talenta dan kecerdasan yang dimilikinya namun sebagian menghujat tingkah laku Ranti yang jauh dari kerendahan hati. Ia selalu ingin menonjol, keoptimisannya dalam hidup mengantarkannya kesebuah sifat arogan yang dibenci oleh orang lain. Yah, ranti adalah seorang wanita jelang dewasa yang digelari miss arogani.

Hari ini ada kuliah operational research. Aku sangat menyukai cuaca hari ini yang tidak terlalu panas. Sembari menunggu angkot aku menatap langit kearah kampus, Awan hitam menggelayut diatas kampus biru yang hampir tiga tahun belakangan menjadi tempatku menimba ilmu. Hari ini kami akan mengadakan kuliah di gedung B yang berada di bagian utara dari komplek perguruan tinggiku. Seperti biasa, aku pergi ke kampus dengan menggunakan angkot putih bernomor tigabelas. Aku menunggu angkot diperempatan yang tidak jauh dari rumah kost ku. Baru dua menit aku menunggu, ada angkot yang berhenti dan sisupir dengan ramahnya menanyakan,
”kampus mas?”
”Oh iya”. Jawabku. Aku masuk ke angkot itu dan mengambil tempat duduk di bagian belakang sisupir. Anganku melayang memikirkan bahan yang akan diajarkan Pak Yaqub. Tak lama berselang supir yang tadi dengan tenangnya mengendarai angkotnya mendadak bertanya kepadaku,

”mas, jadi turun di kampus?”
”oh,,,iya,,iya mas” jawabku dengan agak sedikit kikuk.
Aku segera turun dan memberikan 3 lembar uang ribuan. Aku segera berlalu menuju kampus biruku.

Aku langsung mengarahkan kakiku ke gedung B. Aku melewati koridor yang cukup panjang yang menjadi tempat mahasiswa menunggu dosennya. Diujung koridor aku melihat Ranti. Ranti berjalan dengan tergesa dan agak menunduk. Ketika aku berpapasan dengannya, aku berusaha untuk menyapanya. Namun ketika dia mengangkat sedikit wajahnya, aku jadi terkejut. Wajah yang biasanya terlihat kuat, cantik, smart dan angkuh sungguh berubah total. Rupa Ranti yang biasanya putih dan cantik mendadak kontras menjadi merah. Muka cantik itu basah dengan air mata. Ia berjalan dengan cepatnya dan sedikit berlari. Pertanyaan besar langsung menari-nari dibenakku. Ada apa gerangan? Kenapa si miss arogani berubah total hari ini?

Aku tiba di gedung B. kulirik jam tanganku, ternyata masih ada 10 menit lagi sebelum perkuliahan dimulai. Didepan kelas sudah berkumpul teman-teman yang akan mengikuti kelas operational research, mereka duduk bersama-sama dan dengan semangat yang menggebu-gebu mendengar cerita salah seorang teman. Aku menghampiri sekerumunan orang itu, ditengah kerumunan itu ada Mirtha. Akupun menimbrungkan diri dengan mengambil posisi duduk dibelakang Gea dan mulai mendengarkan cerita Mirtha dengan seksama. Mirtha sedang menceritakan kejadian menggemparkan yang terjadi tadi malam. Ada pejabat yang tertangkap tangan dengan uang 400juta dihotel berbintang lima yang berada di jantung kota. Pejabat itu diduga adalah seorang jaksa penuntut umum dalam persidangan kasus tindak pidana korupsi. Orang suruhan dari terdakwa kasus tindak pidana korupsi itu berusaha untuk menyuap si jaksa. Klimaks Drama suap-menyuap inipun terjadi tadi malam, namun usaha penyuapan ini sudah diendus oleh lembaga independent pemerintah, akhir skandal yang mencoreng lembaga peradilan inipun terkuak sudah. Si pejabat yang tak lain adalah ayah Ranti diboyong ke kantor polisi setempat untuk ivestigasi lebih lanjut. Media masa pun meliput serta memberitakan kasus ini berulang-ulang.

Aku berfikir sejenak.
Ternyata hal inilah yang membuat Ranti bersikap seperti tadi. Mungkin pemberitaan mengenai orang tuanya membuatnya kehilangan muka. Ditengah seabrekny prestasi, dengan kelimpahan materi, paras cantik nan juga angkuh, terselip sebuah aib besar yang menenggelamkan semua keistimewahan Ranti.

10 menit berselang, Pak Yakub, dosen operational research sudah terlihat diujung gedung B dengan menenteng notebook kesayangannya. Pak Yakub memang selalu disiplin dengan datang tepat pada waktunya.

Hikmah
1. Jangan pernah sombong dan takabur atas semua keberhasilan dan kelebihan yang kita miliki, semua kelebihan itu hanya titipan Allah SWT, suatu saat pasti akan kembali lagi kepada Yang Maha Esa. Jadikanlah diri kita orang yang rendah hati dengan semua kelebihan yang dimiliki. Ketika sebuah aib besar menimpa seorang yang sombong, ia akan menjadi rapuh dan susah untuk bangkit kembali.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Cermin Berhikmah di BlogCamp.

KUCB

17 responses to “Tangisan Ranti…

  1. jauhkan diri dari kesombongan, jauhkan diri dari gosip. JIka sahabat terkena petaka, mari bersama menghibur dan membantu sahabat untuk berubah adalah anugerah yang besar. Atas Stempel komandan blogcamp, JURI datang menilai. terima kasih atas cerita penuh hikmah. Salam hangat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s