Sebuah Kejadian di Ruang Tunggu

Saya duduk dikursi tunggu untuk menunggu panggilan, sudah lelah menunggu ternyata belum dipanggil-panggil. Dikursi tunggu itu juga terdapat beberapa ibu-ibu yang membawa anak-anak kecil yang saya yakini itu adalah anaknya. Anak kecil itu mungkin berumur sekitar 4 tahun. Mungkin karena terlalu lama menunggu si anak kecil mulai bosan dan mulai merengek, akhirnya si orang tua melepaskan si anak dari pangkuannya dan membiarkan anaknya bermain di sekitaran kursi tunggu. Selang beberapa menit anak kecil itu telah sibuk bermain dan tak dinyana, anak kecil yang sedang sibuk berlari itu tersandung sehingga jatuh dan mulai berteriak dengan suara yang melengking. Si anak menangis dengan kencang dan siorang tuanya pun berlari menghampirinya. Orang tuanya langsung berkata,

“nah kamu ga hati-hati, jadinya jatuh, makanya hati-hati”

si anak hanya bisa menangis dan terus menangis. Orang tuanya terus berusaha untuk menenangkan anaknya hingga akhirnya si orang tua mulai hilang kesabaran,

“Diam, malu sama orang nak, lain kali mama ga mau bawa-bawa kamu lagi.

capek mama!!!”

si anak masih juga menangis.

akhirnya si orangtua memang habis batas sabarnya dan mulai menggunakan kekerasan dengan memukul kaki anak tersebut. Anak tersebut malah tambah meraung dan berteriak sambil berkata,

“mama jahat, mama jahat, mama jahat”

Karena begitu ributnya, akhirnya si orang tua pergi dari ruang tunggu tersebut, sambil membawa si anak orangtua tersebut terus mengomeli anaknya hingga suara nya menghilang dan tidak terdengar lagi.

Sejenak saya berpikir, kenapa orang tua tadi tega memperlakukan anaknya seperti itu. Kenapa dia dengan sadarnya bertindak kasar kepada anaknya. Kenapa tangisan yang keluar dari anaknya membuat ia merasa malu. Kenapa orangtua nya tidak memperlakukan anak dengan sedikit sabar dan manis. Kenapa siorangtua lupa akan sakitnya melahirkan anaknya dan setelah si anak muncul kedunia ia malah memperlakukan anaknya seperti itu. Lupakah siorangtua dengan sakit itu atau siorangtua merasa bahwa dengan sakit yang ia rasakan pada saat melahirkan membuat ia bisa saja memperlakukan anaknya dengan sewenang-wenang tanpa perasaan.

4 responses to “Sebuah Kejadian di Ruang Tunggu

  1. Selamat pagi sahabatku
    Saya datang untuk mengokoh-kuatkan tali silaturahmi sambil menyerap ilmu yang bermanfaat. Teriring doa semoga kesehatan,kesejahteraan,kesuksesan dan kebahagiaan senantiasa tercurahkan kepada anda .
    Semoga pula hari ini lebih baik dari kemarin.Amin

    Saya juga menyampaikan kabar gembira bahwa sahabat mendapatkan tali asih berupa sebuah buku dari manajamen BlogCamp Group atas partisipasi anda dalam kuis di NewBlogcamp.

    Silahkan cek di http://newblogcamp.com/tali-asih/5-buku-bagus-untuk-sahabat
    Silahkan mengirimkan nama dan alamat untuk pengiriman tali asih tersebut.

    Terima kasih atas partisipasi sahabat.
    Salam hangat dari Markas New BlogCamp di Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s