Dan Kupilih Dia karena…

Hi mba’ soes,,, saya baru pertama kali dateng ke blog nya mba’,,, pas muter2 di blog nya pak dhe,,, eeee liat postingannya pak dhe yang ikutan kontes yang lagi mba’ adain… jadi pengen ikutan nih…🙂 bole ya mbak🙂

Alhamdulillah, per juni tanggal 24 tahun kemaren, saya menikahi seorang gadis🙂 dan alhamdulillah kami berprosesnya insyaallah melalui cara-cara yang sesuai dengan ajaran yang kami anut,,, yaitu Islam (sungguh islam benar-benar ajaran yang sangat indah dan romantis),tak bosan-bosannya saya bersyukur pada gusti Allah yang telah mempertemukan kami dengan cara dan skenario yang unik dan kaga pernah disangka-sangka,,,
candid_wedding

Dan katanya, asam di gunung, garam dilaut, ketemunya di kuali (kuali gede buat bikin rendang hehe…) nah, kami juga gitu, sebelum ta’aruf, kami belom pernah ketemu sekalipun (wallahua’lam). Waktu itu istri saya kuliahnya di Bandung, saya kuliahnya di Padang, saya kerja di Riau sedangkan istri saya kerjanya di Padang, walopun kaga jauh2 amat, tapi kemungkinan ketemunya itu kecil banget ,,,🙂

Usia pernikahan kami emang baru seumur jagung (tapi jagungnya jagung manis lho ;-)) dan alhamdulillah kami menjalani dengan rasa syukur yang terdalam, cinta kasih kami insyaallah dikarenakan Allah, jadinya kami selalu enjoy walopun dalam keadaan senang dan susah,,,
magnum (4)

Pemilu presiden tahun 2009 adalah hari pertama kami ta’aruf-an, dan 1 bulan setelah itu kami sudah yakin satu sama lainnya. Kami diketemuin sama istri temen sekantor saya, selanjutnya kami berproses via email agar kami selalu menjaga komunikasi yang tidak menyalahi syariah islam. Selanjutnya kami mulai membicarakan pernikahan. Rencana menikah di akhir tahun pun sudah bulat (sebulat bola basketnya Michael Jordan hehe … :lol:), namun apa daya, kami adalah mahkluk Allah yang lemah yang hanya bisa berencana sedangkan keputusan tetap Allahlah yang menentukan sehingga pernikahan kami terundur hingga 6 bulan lamanya. Masa yang terundur itu ternyata sangat bermanfaat bagi kehidupan keluarga kecil kami. Proses pendewasaan dan kematangan berfikir insyaallah terjadi selama dalam masa penantian tersebut. Sungguh skenario Allah benar-benar indah untuk kehidupan keluarga kecil kami saat ini. Alhamdulillah.

Hingga menjelang pernikahan, mulai dari pertama ta’aruf 7 july 2009 hingga hari pernikahan pada tanggal 24 Juni 2010 ada 7 kali pertemuan, dan hal-hal yang membuat saya memilih dan mengagumi istri tercinta adalah:

Pertama, istri saya adalah sosok istri sholehah yang selalu menjaga auratnya. Dan setelah menikah saya semakin kagum dengan istri, istri saya tak sekalipun menampakkan auratnya ke orang lain, istri saya selalu berdandan hanya untuk suaminya, alhamdulillah, semoga Allah selalu menjaga, memberikan rahmat dan barokahNya kepada istri saya.

Kedua, kecerdasan dan kesederhaannya membuat saya kagum. Saat pertama kali bertemu pada saat ta’aruf sudah tercermin bahwa ia adalah wanita cerdas dan sederhana. Sangat terlihat dari caranya bertutur dan bersikap; menjaga pandangan dan selalu mendengarkan lawan bicara dengan baik. Alhamdulillah.

Ketiga, istri saya sangatlah anggun, manis dan cantik (dalam istilah bahasa padang: kamek)😳. Wanita yang memiliki innerbeauty yang memancarkan aura muslimah sejati. Alhamdulillah.

Keempat, istri saya memiliki prinsip, prinsip keislaman yang tegas. Tidak ada istilah abu-abu baginya. Bagi istri saya, putih adalah putih, hitam adalah hitam. Alhamdulillah.

Kelima, istri saya selalu menenangkan hati saya ketika galau dan mengingatkan saya pada saat hendak berbuat suatu khilaf. Alhamdulillah.

Keenam, setelah menikah saya mendapat bonus dari Allah, istri saya adalah seorang ibu rumah tangga yang pinter memasak & mengurus rumah tangga. Alhamdulillah.
Paninjauan.5

Pas lagi ngedit tulisan ini, istri lagi menyetrika pakaian, trus saya berinisiatif untuk “mewawancara” sang istri tercinta: kenapa istri saya mau diajak menikah? (hehe… sebelum wawancara istri ngeledekin, “ngajaknya kapan yah,, yang ngomong pas khitbah (lamaran) kan ga uda, tapi keluarga uda, hehe…”)

Sambil menarik nafas panjang dan tersipu malu😳, sang istri menjawab (eng ing eng… deng-degan juga nih…)
1. “Uda adalah satu-satunya laki-laki yang berani menyatakan keinginan untuk menikahi ani”, dan setelah itu istri melipat daster batiknya yang keren .
2. “Jodoh itu adalah misteri, baik orangnya maupun waktunya. Misteri yang tak bisa terpecahkan seperti soal matematika. Bagaimana pun susahnya soal matematika pasti akan bisa ditemukan jawabannya. Sedangkan bagi ani, jodoh jauh lebih rumit dari itu. Jodoh adalah misterinya Allah. Bagi ani, Allah lah yang menggerakkan hati ani untuk menerima uda dengan segala kondisinya. Karena itu termasuk dalam salah satu doa ani agar allah mendekatkan hati kita dan memudahkan segala sesuatunya jika kita berjodoh. Namun bila tidak, ani meminta agar Allah segera mengakhiri semuanya (istri menjelaskan sambil merapikan gosokan terakhirnya).
3. Istri menyampaikan poin ke-tiga, “Ani mencoba mempelajari bagaimana anjuran Islam bagi seorang perempuan dalam memilih calon suami. Islam menitikberatkan untuk memperhatikan agama dan agama seseorang tercermin melalui akhlaknya. Ani melihat kebaikan dalam akhlak uda.”
4. “Uda berhasil melalui semua “jebakan” ani, hehehe…”(sambil meminum jus tomat yang kubuatkan kemaren sore :-))

Alhamdulillah, itulah poin-poin utama kenapa saya memilih dan mengagumi istri saya. Sekarang kami selalu berikhtiar agar Allah memberi amanahNya yang insyaallah akan kami didik menjadi generasi-generasi yang akan merubah peradaban. Insyaallah🙂
putih_1

Artikel ini diikut sertakan dalam Kuis Tanda Cinta di Januari yang diselenggarakan oleh keluarga Zulfadhli – Malaysia

Cinta-Januari

24 responses to “Dan Kupilih Dia karena…

  1. Hi Mas Doni, hadoooh hadoooohhh, pertama2 gw mo minta mangap karena baru sempet berkunjung dimari. 2 hari boo keye kaga buka internet, secara Ayah Zahia libur jadi selama Beliau ada gw kaga menggauli dunia maya *sibyuk menggauli yang laen hwehehehe*

    Kedua, tengkiu banget atas partisi-sapinya. UDah dicatet sebagai peserta. Insya Allah tanggal 19 ada pengumuman peserta, tanggal 26 baru pemenangnya

    Ketiga, selamat yah atas pernikahannya. Semoga barokah, menjadi keluarag cemara, eh maksudnya keluarga SAMARA, dan cepet dikaruiai momongan supaya ekye ada temen sesama bu Bunting. Amien

    Ke-4, hihihi toss dulu aaahhh, gw sama Ayahnya Zahia juga ga ada acara pacaran. Sebulan setelah kenal langsung ada makhluk yang ngelamar pake imel. 3 bulan kemudian langsung dah dihajaaarrr di depan penghulu🙂

    Btw Mas kerja di Riau? Dimana? Dulu gw taun 2006 gawe di Pangkalan Kerinci. Sumpe deh jadi kangen sama Pekanbaru.

    ya sutra lah, ni komen panjangan amith nyak. Ekye cabs dulu yaaaaa. Salam kenal buat Mba Ani. udbay dadaghhh…..

  2. semoga selalu dalam keberkahan pernikahannya,amin…:)

    * jus tomat sebaiknya langsung diminum bgt selesai dibuat uda jgn dibiarkan terlalu lama, enzim2 dan vitaminnya akan menjadi rusak😀

  3. Barokallohu, semoga Allah memberkahi rumah tangga kalian, menjadikannya keluarga sakinah, mawaddah wa rohmah, memberikan keturunan yang salih dan salihah, amin.

    Sebenarnya tertarik dengan kontes ini, tapi karena kondisi kini telah berbeda, jadi terpaksa diurungkan. Semoga sukses dengan kontesnya ya

  4. Mas Doni….. huehehe kita ternyata sesama RAPP tooohh. Cuma bedanya dirimyu masih eksis gw dan Ayah Zahia dah hengkang. Dimana? Gw dulu di Palnning Dept (GT). Hahahaa, bisa ketemyu dirimyu berasa ajaib ajah🙂

    Oya, gw ada launching nama2 peserta kuis plus nilai tukar RM ke Rupiah. tapi pengumumannya mah teteup tar tanggal 26 ko

    ya udah, salam buat Mbakyu nya yaaaa

  5. subhanallah,,menikah cara islami menenangkan hati dan pikiran ya uda,,,karena dari niat hanya mencari ridha Allah maka segala permasalahan yg datang kemudia juga diselesaikan dengan cara islami,,,semoga sennatiasa bahagia bersana dalam suka dan duka..sakinah mawaddah wa rahmah…

  6. merona bener ya kalau pengantin baru *jitak*

    salam kenal

    semoga diberikan kemudahan dalam mengarungi bahtera rumah tangga ya🙂

  7. Sesungguhnya Islam telah mengatur kehidupan manusia dengan standar yang paripurna, menyeluruh (syamil), dan diletakkan atas dasar keadilan dan keseimbangan. Seperti yang terfirmankan dalam “Maka berbuatlah adil-lah karena keadilan mendekatkan kepada taqwa” (QS. Al Maidah: 8 ) dan “Dan tegakkanlah keseimbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi keseimbangannya” (QS. Ar Rahman : 9).

    Jika bicara keadilan dan keseimbangan, maka kita kan bicara tentang hak dan kewajiban. Ada hak orang lain yang menjadi kewajiban kita yang harus kita tunaikan begitupun sebaliknya. Karena yang disebut adil adalah meletakan segala sesuatu sesuai dengan porsi atau haknya. Begitu pula dalam kehidupan berumah tangga, ada hak dan kewajiban yang harus dipahami dan ditunaikan satu dengan yang lain. Hak istri adalah kewajiban bagi suami dan hak suami adalah kewajiban bagi istri. Hunn libaasullakum wa antum libasullahun..

  8. Suami Harus Bisa Memasak

    Nah kita kembali pada konsep keadilan dan keseimbangan. Jika, tadi kita telah menelisik kewajiban istri yang pandai memasak, ternyata bukanlah hal yang wajib sepenuhnya, berarti yang mendapat kewajiban memasak adalah para suami. Hmm, tenang bapak-bapak jangan emosi dulu, kita bedah satu per satu. Pertama dari sisi definisi nafaqah. Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah menjelaskan definisi nafaqah sebagai mencukupi segala kebutuhan istri yang mencakup makanan, tempat tinggal, pelayanan dan obat-obatan, meskipun dia orang kaya. Hukum memberikan nafkah adalah wajib berdasarkan Qur’an, Sunnah, dan Ijma’.

    Dalam kaidah ushul fiqh yang saya kutip dari kitab Syaikh Utsaimin Al Ushul min ‘Ilmil Ushul didapati sebuah kaidah, bahwa bila sesuatu yang terhukumi wajib tidak akan sempurna jika tidak ada sesuatu yang lain, maka sesuatu yang lain itu terhukumi wajib juga. Maa laa yatimmu al waajibu illaa bihi fa huwa waajib atau dalam kaidah yang lebih umum Al wasa’ilu laha ahkamul maqhosid. Sarana itu mempunyai hukum yang sama dengan tujuan. Jadi bila memberikan nafaqah kepada istri adalah sebuah bentuk kewajiban. Dan memberikan makanan kepada istri adalah bentuk nafkah juga yang berarti terhukumi sebagai kewajiban.

    Nah masalahnya, makanan tidak akan ada bila tidak melalui proses pengolahan atau pemasakan. Tidak mungkin kan, istri kita berikan beras lalu dia memakannnya? Tentulah beras tersebut harus diolah terlebih dahulu menjadi nasi, dan makan nasi tanpa lauk pauk dan sayur juga rasanya aneh, maka perlu juga mengolah sayur dan lauk-pauk sebagai teman nasi. Barulah nasi tadi di santap oleh istri kita. Kalau demikian memberikan makan kepada istri atau pemberian nafkah tadi yang merupakan kewajiban itu, menjadi belum sempurna bila tidak dibarengi oleh kemampuan mengolah masakan.

    Padahal dalam kaidah ushul fiqh dijelaskan bahwa sesuatu yang wajib namun tidak akan sempurna bila tidak adanya sesuatu yang lain dan menjadikan sesuatu yang lain itu wajib terhukumi wajib juga. Maka bisa ditarik kesimpulan bahwa seorang suami wajib memiliki kemampuan untuk memasak juga, untuk menyempurnakan kewajibannnya menafkahi istri. Tapi tenang, setiap yang wajib pasti ada rukhshah. Setiap yang wajib pasti ada keringanan untuk menjalaninya. Dan Allah tidak menghendaki kesukaran justru menghendaki kemudahan bagi hamba-hambaNya, Allah pun tidak akan membebani hamba melebihi kemampuannya. Jadi asalkan sudah terniati insya Allah sudah berpahala, selanjutnya akan lebih romantis ketika suami dan istri saling belajar bersama untuk memasak.

    Jadi tidak perlu risau ketika mendapati istri kita tidak pandai memasak, karena kita pada dasarnya menikah untuk mencari istri bukan mencari tukang masak, bukan begitu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s