(Accident) Belajar Sepeda Motor

Minggu pagi kemaren, saya ngajarin istri tersayang untuk mengendarai sepeda motor. Ngajarin sepeda motor adalah janji saya sama istri tersayang yang sudah lama terucap tapi belum juga terlaksana hingga minggu pagi kemaren. Sebenarnya istri saya sebelumnya sudah pernah belajar mengendarai sepeda motor sebelum nikah, Ani sayang belajar sama abang dan sepupunya sekitar 1 tahun sebelum menikah. Setelah belajar, ani sayang ga pernah mengendarai motor lagi jadi sekarang harus di refresh biar bias mengendarai motor denan baik lagi…

Karena sepeda motor ku sedikit berbeda dengan sepeda motor yang dipelajari oleh Ani sayang sebelumnya, jadi cara mengendarainya pun agak berbeda kataku kepada Ani sayang, sepeda motor ku menggunakan coupling sendangkan Ani sayang dulu mempelajari sepeda motor yang tidak menggunaka coupling. Aku menerangkan bagaimana cara mengendarainya secara perlahan-lahan. Alhamdulillah, Ani sayang memahaminya dengan baik. Kita mulai mencari tempat yang agak sepi oleh pejalan kaki dan kendaraan bermotor. Setelah itu pelajaranpun dimulai, aku Ani sayang yang didepan dan aku duduk manis dibelakang. Aku memberikan instruksi-instruksi, mulail dari lepasin coupling perlahan2, lepasin gas juga perlahan, rem sedikit, ini, itu, dan akhirnyapun Ani sayang bisa mengedarai motor.

Session selanjutnya, aku turun dan Ani sayang yang membawa sepeda motornya sendiri. Setelah beberapa lama dan sudah mulai lancar, latihan berikutnya mengendarai sepeda motor dijalanan yang agak rame. Yup, Alhamdulillah, session ini pun berjalan dengan lancar. Setelah 1 jam berlatih Ani sayang sudah bisa mengendarai motor dengan baik. Kita pun memutuskan untuk mengakhiri latihan dan berencana pulang. Ani sayang yang tetap mengendarai motor dan aku tetap membonceng dibelakang, kita pulang melewati sebuah perempatan, ani sayang melaju dengan agak kencang, pada saat belok kiri, Ani sayang tidak bisa mengendalikan sepeda motornya sehingga jatuh. Kita jatuh, ani tersert sekitar 1-2 meter sedangkan aku menindih badan Ani. Alhamdulillah, wajah kita terseret dibagian jalan yang ada rumputnya, lutut dan kaki Ani sayang memar, tanganpun sedikit memar. Aku sendiri juga memar dibagian lengan dan lutut, tapi memarnya tidak sebanyak Ani sayang.

Selanjutnya aku mengambil alih sepeda motor. Aku segera mengemudikan sepeda motor dengan agak cepat. Nyampe dirumah aku langsung mengolesi memar di kaki dan tangan Ani sayang dengan salep analgesic. Alhamdulillah, setelah rasa sakit karena memar tadi berkurang. Aku minta maaf ke istri tersayang, aku tidak mengingatkan agar kalo diperempatan seharusnya dipelankan. Ani sayang pun bilang, ini pelajaran untuk lebih hati2 dalam mengendarai sepeda motor terutama saat melewati belokan atau polisi tidur.

Selanjutnya aku meyakinkan bahwa Ani sayang tidak trauma dengan kejadian jatuh yang kita alami. Alhamdulillah, Ani menjawab tidak trauma dan masih mau belajar mengendarai sepeda motor lagi. aku senang dan kita mencari-cari jadual untuk latihan berikutnya.

Demikian kegiatan yang menyenangkan dan penuh pelajaran yang kami lakukan di pagi minggu. Semoga hal ini bisa bermanfaat bagi pembaca.🙂

2 responses to “(Accident) Belajar Sepeda Motor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s