Deteksi Fraud: Procurement

Tau istilah procurement dan Buyer dalam sebuah organisasi?

Yak, procurement adalah sebuah divisi yang memiliki tanggung jawab dalam melakukan semua pembelian bagi seluruh divisi yang ada dalam sebuah organisasi. Customer dari procurement adalah semua divisi yang ada dalam organisasi. Setiap divisi yang akan melakukan pembelian sebuah produk atau barang akan menghubungi divisi procurement. Divisi tersebut akan membuat sebuah request untuk pembelian material dan mengirimkannya ke team procurement.

Team procurement akan mencarikan supplier atau vendor yang berhubungan dengan barang tersebut. Team procurement yang biasanya mencarikan supplier disebut dengan buyer. Buyer adalah orang yang lansung berhubungan dengan supplier untuk melakukan tawar-menawar dalam menentukan harga barang. Setelah buyer memberikan pemberitahuan ke supplier, maka para supplier akan memberikan harga serta syarat pembelian barang kepada buyer. Biasanya buyer akan mengirimkan penawaran ke beberapa supplier. Buyer akan menyeleksi semua penawaran yang datang dari supplier tadi. Biasanya prinsip untuk penyeleksian adalah berdasarkan harga yang termurah, namun tidak menutup kemungkinan buyer akan membeli barang dengan harga yang lebih mahal, pertimbangannya disini adalah kualitas barang. Tidak sedikit buyer yang memiliki kurangnya kemampuan dalam membeli barang yang sifatnya teknis. Oleh sebab itu buyer harus memiliki kemampuan yang benar-benar cakap mengenai spesifikasi barang.

Divisi Procurement memiliki peluang yang sangat besar untuk melakukan kecurangan (fraud). Kenapa? Karena divisi inilah yang berhubungan langsung dengan supplier. Para buyer bisa saja meminta uang untuk memenangkan supplier dalam sebuah tender barang ataupun project pembangunan. Supplier sendiri akan memiliki mind set kenapa tidak jika untuk memenangkan sebuah tender harus mengorbankan sebagian kecil keuntungan yang mungkin didapat dari tender tersebut.

Bagaimana cara melihat adanya indikasi kecurangan yang mungkin dilakukan pada buyer?

Pertama-tama coba cari tau history dari sebuah pembelian barang. Perhatikan supplier dari barang tersebut, jika barang tersebut dibeli ke supplier yang sama dalam jangka waktu yang lama, hal ini bisa mengindikasikan adanya unsur favorable supplier. Ada kemungkinan buyer memiliki andil untuk melakukan cara-cara yang tidak wajar untuk memenangkan supplier tersebut.

Selanjutnya, perhatikan gaya hidup para buyer. Jika buyer memiliki life style yang wah, menggunakan fasilitas2 yang berlebihan yang sebenarnya tak bisa mereka miliki kalo hanya mengandalkan gaji semata, hal ini bisa dijadikan sebagai indikasi. Coba perhatikan kondisi rumah, asset atau property yang dimiliki oleh buyer. Jika mereka bisa memiliki rumah yang bagus yang jika kita perhitungkan tidak mungkin dibeli dengan gaji seorang buyer, maka hal ini bisa menjadi indikasi sebuah kecurangan yang dilakukan oleh buyer. Namun ada juga buyer selalu berpernampilan yang kucel dan tidak terurus, ini bisa jadi salah satu cara untuk menyembunyikan harta atau banyaknya asset yang dimiliki oleh buyer sehingga orang tidak berprasangka kepada mereka. Tapi sebelum melihat ke hal-hal diatas, perlu dianalisa, apakah buyer memiliki harta yang lebih yang diperoleh dari warisan orang tua atau semacamnya.

Auditor harus memiliki pergaulan yang luas. Jika Auditor memiliki teman yang bekerja di lembaga keuangan, hal ini akan menjadi salah satu kelebihan bagi si Auditor. Auditor bisa meminta bantuan kepada relasi yang bekerja di bank tadi untuk melihat transaksi apa saja yang pernah terjadi di rekening bank si buyer. Dengan mengetahui aliran dana yang masuk ke buyer, akan mudah untuk mendeteksi indikasi kecurangan yang dilakukan buyer.

Demikian, Semoga bermanfaat. Silakah juga menambahkan.

2 responses to “Deteksi Fraud: Procurement

  1. Pingback: What is Procurement « IT Tutorial

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s