Audit: Fuel Handling (Solar)

Bro & Sis, saya mo share mengenai audit untuk fuel handling. Bagi perusahaan yang berskala besar, fuel adalah hal yang sangat penting. Fuel disini bisa berupa coal, gas, MFO dan Solar.

Beberapa perusahaan besar biasanya selalu membeli fuel dalam jumlah yang banyak. Biasanya perusahaan akan membeli ke perusahaan minyak seperti Pertamina, Petronas dll.

Solar adalah bahan bakar yang banyak dan umum digunakan. Dengan banyaknya manfaat solar, hal ini akan mendorong orang-orang yang terlibat dalam pengadaan solar untuk melakukan kecurangan atau mencuri solar. Banyak cara dilakukan untuk mencuri solar. Berikut saya mencoba sharing cara untuk melakukan audit penanganan minyak (solar) atau fuel handling.

Berikut langkah-langkah yang dilakukan untuk meng-audit fuel handling:

  1. Receiving Fuel
  • Pastikan segel (seal) dari depot minyak dalam keadaan baik atau tidak rusak sedikitpun. Catat kode yang ada di seal tersebut sebagai kontrol kita selanjutnya. Usahakan untuk menyimpan seal atau memusnahkan seal tersebut sehingga seal tersebut tidak dapat dimanfaatkan lagi.
  • Periksa mobil pembawa tangki. Pastikan mobil tersebut tidak diberati dengan hal-hal yang bisa menambah berat bersih minyak. Hal ini dilakukan agar kita bisa mendapatkan data yang akurat apabila ingin menganalisa jumlah minyak berdasarkan berat dan dihubungkan dengan density nya.
  • Lakukan pemeriksaan Tera (standard ukur yang dikeluarkan oleh badan metrologi Deperindag). Pastikan drivernya membawa dokumen Tera yang asli, kalau bisa bandingkan dokumen Tera dengan cara mencari ke badan metrologi untuk memastikan dokumen tersebut asli atau rekayasa. Pastikan tangki nya dikalibrasi sesuai dengan jadualnya.
  • Periksa Delivery Order pengiriman minyak tersebut. Bandingkan DO dengan jumlah request.
  • Periksa Density minyak. Dapatkan informasi yang akurat mengenai standard density minyak.
  • Dapatkan surat timbang mobil tersebut. Setelah diketahui berat bersihnya, coba bandingkan berat bersih tersebut dengan densitynya.
  • Jika berat hasil timbangan dibagi densitynya tidak sesuai dengan jumlah yang di DO, lakukan analisa lebih lanjut seperti melakukan study mengenai volume tangki minyaknya dll.
  • Periksa berita acara penerimaan minyak.

2. Issuing Fuel

  • Minta data surat permintaan minyak kepada department yang bertanggung jawab terhadap penanganan minyak. (biasanya department logistic).
  • Periksa surat tersebut. Pastikan approvalnya lengkap.
  • Dapatkan semua data pengeluaran minyak.
  • Dapatkan data hasil stock opname jumlah minyak.
  • Bandingkan data actual konsumsi minyak dengan hasil stock take.
  • Konfirmasi jika terjadi variance yang significant

3. Stock Opname

  • Pastikan semua orang yang berkepentingan terlibat dalam stock opname minyak seperti user, department logistic dan accounting.
  • Amati cara melakukan stock opname.
  • Mintalah orang yang melakukan stock opname untuk melakukan pengukuran 3-4 kali. Bandingkan hasil tiap pengukuran.

4. Kalibrasi

  • Pastikan tangki penyimpanan minyak dikalibrasi sesuai dengan jadualnya.
  • Pastikan flow meter pada tangki dikalibrasi

5. Safety

Pastikan tangki penyimpanan fuel dilengkapi dengan sarana pemadam kebakaran seperti racun api, hand rail pada bagian atas tangki, hydrant, sign mudah terbakar atau dilarang merokok dll.

Semoga bermanfaat, bro & sis yang punya masukan, isi di comment yak, diskusi kita disini.🙂

One response to “Audit: Fuel Handling (Solar)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s