Audit Investigasi Tanpa Bukti Dengan Pendekatan Bahasa Tubuh

Auditor adalah sebuah profesi yang penuh dengan tantangan. Sebuah profesi yang dinamis dan tidak monoton. Profesi ini membutuhkan daya analisa yang kuat. Banyak pendekatan yang dilakukan pada saat melakukan audit. Terutama pada saat melakukan investigasi terhadap sebuah kasus kecurangan. Jika sebuah kasus dapat dibuktikan dengan dokumen, investigasi dapat berjalan dengan baik. Namun bagaimana jika ternyata ditemukan sebuah kasus yang tidak bisa dibuktikan dengan dokument yang kongkrit?

Investigasi tanpa adanya bukti yang kuat berupa dokumen merupakan sebuah tantangan bagi seorang auditor. Auditor yang menemukan kasus seperti ini harus memiliki banyak trik untuk mengungkap kasus semacam ini. Salah satu keahlian yang harus dimiliki adalah kemampuan membaca bahasa tubuh.

Komunikasi dapat disampaikan secara verbal, vocal dan visual. Bahasa tubuh merupakan sebuah penyampaian informasi melalui metode visual. Bahasa tubuh adalah sebuah pengungkapan maksud secara alami yang disampaikan oleh setiap anggota tubuh. Misalnya jika kita sedang berhadapan dengan seorang yang sedang berbohong, orang yang berbohong biasanya akan menutup mulut atau memegang hidungnya. selain memegang tangan, lirikan mata juga bisa menjadi pedoman seorang auditor dalam mendeteksi kebohongan. Bola mata orang yang berbohong cenderung naik ke bagian kanan atas. Banyak bahasa tubuh lainnya yang harus dikuasai oleh seorang auditor. Posisi badan, senyuman, mimik wajah, posisi kaki, gerakan kepala, kontak mata dan lainnya.

Jadi, tidak adanya bukti secara dokumen bukanlah sebuah penghalang bagi seorang auditor untuk berhenti dalam mengungkap sebuah kasus kecurangan. Asahlah kemampuan dalam memahami bahasa tubuh seseorang. Memahami bahasa tubuh dapat dilakukan dengan cara memperhatikan orang-orang yang sedang diwawancara di televisi. Coba perhatikan maksud yang disampaikan oleh si pembicara dan sekalian amati dengan teliti bagaimana cara dia menggerakkan tangan, lirikan mata, posisi kaki atau kecondongan badannya. Selain itu perbanyaklah membaca buku-buku atau artike-artikel yang mengulas mengenai bahasa tubuh. Lakukan hal ini sesering mungkin, secara perlahan-lahan kita akan terbiasa untuk menganalisa perkataan seseorang dan membandingkannya dengan gerakan setiap anggota tubuhnya.

Jika membaca bahasa tubuh telah dikuasai dengan baik, kesabaran dan kestabilan emosi auditor sangat diperlukan. Lakukan interogasi kepada pelaku kecurangan dengan sabar. Buatlah pelaku kecurangan berada dalam kondisi nyaman dan posisi badan yang terbuka. Setelah kendali sudah ada ditangan auditor, auditor bisa menggiring pelaku kecurangan agar mau mengaku akan kesalahan yang telah dilakukannnya. Setelah pengakuan didapat, buatkan sebuah berita acara atau pernyataan dan harus ditandatangani atau cap jari.

Semoga bermanfaat🙂

Jika ada masukan dipersilahkan. Mari berdiskusi. 🙂

3 responses to “Audit Investigasi Tanpa Bukti Dengan Pendekatan Bahasa Tubuh

  1. Sesungguhnya seorang pembohong tidak akan merasa nyaman sampai dia menghentikan dan mengakui semua kebohongannya. So, jangan berbohong walaupun sekali, sebab sekali kebohongan akan diikuti seribu kebohongan berikutnya.

  2. selain bahasa tuuh ad lagi gk mas???
    misalnya ad rekayasa data pada piutang, utang, kas atau persediannya??
    gmn caranya y mas???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s