Tips Keluarga : Semuanya Berawal dari Rumah – Part SUAMI

Keluarga adalah sebuah kesatuan antara ayah, ibu dan anak-anak yang saling berinteraksi untuk menciptakan sebuah harmonisasi hidup. Fenomena yang banyak berkembang pada sebagian besar keluarga saat ini adalah banyak hubungan antara ayah dengan ibu, ibu dengan anak, ayah dengan anak, anak dengan anak tidak memiliki sebuah hubungan yang baik, cenderung tidak akur dan tidak mau tau. Ayah sibuk dengan kerja dan hanya beranggapan bahwa tanggung jawabnya adalah mencari uang untuk memenuhi semua kebutuhan di rumah atau keluarga terutama pemenuhan kebutuhan materi. Ibu pun demikian, ia hanya sibuk dengan tanggung jawannya, membersihkan rumah, memasak, merawat anak tanpa mempedulikan hal-hal lain mengenai urusan suaminya. Ia lupa bahwa berdandan, berpakaian rapi di depan suami, mendengarkan suami bercerita adalah sebuah hal yang harus dipenuhi. Belum lagi jika si istri ternyata adalah seorang wanita karir. Ia bahkan tidak mengurus rumah, semuanya diserahkan kepada pembantu. Rumah, anak bahhkan kebutuhan suami pun diurusin oleh pembantu. Anak pun tidak tinggal diam, ia akan mengikuti kebiasaan orang tua yang merasa acuh di dalam keluarga, dia sibuk dengan temannya, mulai berani berbohong karena ada kesenangan lain yang dinikmatinya diluar rumah seperi bermain dengan teman, cuci mata di mall dan lain sebagainya. Ini adalah potret kehidupan yang sering kita jumpai dan pola seperti ini sering kita temui di keluarga yang berdomisili di kota besar.

Jika pertanyaan ”Apakah anda mau kehidupan seperti gambaran diatas?” dihadapkan kepada semua orang, baik itu pria, wanita dan anak-anak. Saya rasa, semuanya akan kompak untuk menjawab “TIDAK”. Tapi kenapa semua ini tetap terjadi walaupun pada dasasrnya setiap individu tidak mau menginginkan hal diatas terjadi pada keluarga mereka?

Semuanya berawal dari rumah. Rumah adalah sebuah tempat semua anggota keluarga berkumpul, bercerita, tertawa bersama dan sedih bersama. Jadikalah rumah sebagai mestinya. Jadikan waktu diskusi atau bercerita antara suami dengan istri menjadi sebuah kebiasaan. Pusatkan perhatian untuk mendengarkan istri ataupun suami pada saat bercerita. Intinya adalah ”MENDENGARKAN”. Biasakanlah untuk mendengarkan pasangan kita. Tanggapi pernyataan suami dengan istri dengan bijak dan positif.

Tapi bagaimana jika sibuk dengan urusan masing-masing ini sudah berlanjut sekian lama, 5 tahun, 10 tahun bahkan 15 tahun. Apa yang harus kita lakukan?

Yup, yang harus kita lakukan adalah, BERFIKIR. Berikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut kepada diri anda sendiri:

  1. Apakah anda menginginkan kejadian ini terjadi untuk selamanya dalam kehidupan anda?
  2. Apakah anda tidak menginginkan mencicipi kebahagiaan indah dan nikmat nya berkeluarga?
  3. Apakah anda tidak menginginkan ketenagan dalam kehidupan anda?

Semoga anda menjawab, YA, saya menginginkan ketenangan dalam hidup, ingin merasakan cinta dalam hidup, ingin kehidupan yang harmonis dll. Jika jawaban anda YA, maka mulai dari detik ini lakukanlah perubahan. Perubahan kecil dan berangsur-ansur akan menghasilkan sebuah effect yang nyata. Lakukanlah perubahan ini secara konsisten, sabar dan tanamkan dalam alam bawah sadar anda bahwa anda menginginkan sebuah kehidupan yang harmonis. Jika anda seorang suami, berhentilah untuk memikirkan urusan pekerjaan selama anda di rumah. Bersikaplah wajar di rumah, kalau biasanya setelah makan malan anda akan langsung mengambil koran, membacanya dan menjadikan rokok sebagai teman membaca koran, sekarang tunda membaca koran selama 5 menit. Berikanlah pujian kepada masakan istri anda. Mungkin istri anda akan merasa aneh akan perobahan ini namun seperti yang saya katakan tadi, bersikaplah wajar dan tersenyumlah. Setelah itu anda sudah boleh membaca koran. Ambillah koran anda sambil berkata kepada istri anda, ”Bu, ayah baca koran dulu ya? (kembalilah bersikap wajar jika istri anda masih menunjukkan mimik muka yang heran). Biasakanlah hal ini dan lakukanlah hal kecil lainnya sebagai wujud perhatian seperti, menium kening istri pada saat mau tidur, tersenyum pada saat berangkat kerja sambil mengatakan ”Insyaallah ayah pulang cepat ya Bu” atau ”jika ayah telat, ayah kabarin Ibu ya”. Sekali lagi jadikan hal ini sebagai KEBIASAAN.

Jika anda telah melakukan hal diatas, sebenarnya anda telah merubah kehidupan anda dan istri. Setiap perubahan kecil yang anda lakukan akan berdampak kepada istri anda. Saya yakin istri anda akan perlahan-lahan mengikuti perubahan yang ada lakukan. Tanpa disadari istri anda berfikir ”ada yang beda dengan ayah, sekarang menjadi lebih baik dan perhatian, baiklah saya akan melakukan hal yang sama”.🙂

Intinya adalah awali perubahan itu dari diri kita sendiri. Jangan mengharapkan orang berubah menjadi baik jika kita sendiri tidak baik.

Semoga bermanfaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s