Indahnya Hari Raya Qurban

Minggu kemaren adalah Hari yang menyenangkan bertepatan dengan hari raya idul adha. Pagi-pagi saya sudah bersiap-siap pergi ke lapangan untuk menunaikan sholat id. Pukul 7 kurang 10 menit saya berangkat, dilapangan sudah banyak warga komplek yang merayakan hari raya besar ini. Saya duduk diantara mereka sambil mendengarkan beberapa pengumuman. Pukul 7:15 sholat pun dimulai. Setelah sholat dilanjutkan dengan khutbah yang disampaikan oleh salah satu pejabat pemerintahan di kota kecil ini. Setelah selesai khutbah, saya bersalaman dengan beberapa orang kenalan yang dijumpai dan langsung pulang ke rumah.

Istri tersayang sudah menyambut dengan donat kesukaan saya, segelas susu hangat dan lontong sayur yang kita buat malamnya. Selesai makan dan ngobrol dengan istri, saya siap-siap ke lapangan lagi. tahun ini saya belum bisa ikut berqurban, namun saya ikut berpartisipasi dalam penyembelihan hewan qurban.

Saya ke palangan dengan istri. Istri tersayang juga mau menyaksikan proses penyembelihan hewan qurban. Saya langsung mengambil badge panitia setiba di lapangan. Saya dapat giliran ke-18. ada 35 ekor sapi yang akan disembelih di hari raya ini. Peningkatan yang cukup tajam, mengingat tahun lalu ada 22 sapi yang disembelih.

Sambil menunggu gilirang saya, saya dan istri menghubungi sanak saudara, lebaran idul adha kali ini kami tidak mudik, jadi dengan menelepon saudara di hari raya adalah wujud untuk menjaga silaturahim. Sungguh ternyata bisa menelepon saudara untuk bersilaturahim dengan keluarga adalah nikmat Allah yang sangat besar, alhamdulillah, terus terang kadang saya sering lupa dengan begitu banyaknya nikmat dari Allah, semoga Allah memaafkan khilaf saya. Dan semoga siapa saja yang membaca tulisan ini selalu mengingat bahwa begitu banyak nikmat Allah disekitar kita yang sering terlupakan. Semoga Allah selalu pengampuni kita. Amin.

Alhamdulillah, setelah menghubungi hampir seluruh saudara gilirang saya tiba, saya membantu untuk memegan sapi yang akan disembelih. Saya dapat bagian memegang badannya. Sapi tersebut disembelih oleh orang yang sudah ditunjuk sebelumnya dengan membaca doa terlebih dahulu. Sapi tersebut mengejang ketika lehernya disembelih. Setelah beberapa lama, sapi tersebut sudah tidak bergerak lagi dan dibawa ke tempat pengulitan dan pencincangan.

Awalnya saya menguliti kulit sapi dimulai dari bagian kaki, setelah selesai dikuliti saya mendapat bagian untuk mencincang atau memotong daging sapi. Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, walaupun ada sedikit luka dijari-jari namun saya sangat menikmati kegiatan ini.

Pukul 12 siang kita berhenti sebentar, kita menunaikan sholat zuhur terlebih dahulu. Setelah sholat dilanjutkan dengan makan bersama dan kembali menyelesaikan pencincangan dan pengantong daging sapi. Pukul 1:15 semua pekerjaan selesai. Dagingnya sudah siap dibagikan. Alhamdulillah ada 54 kantong. J

Pengalaman yang menyerukan. Saya sangat menikmati pengalaman ini.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s