Halal Halal Halal!!!

Beberapa hari yang lalu kami di kantor mendapatkan oleh-oleh dari beberapa orang rekan kerja yang ditugaskan ke luar kota. Oleh-olehnya adalah madu. Seperti saya ketahui madu adalah sebuah cairan yang dihasilkan oleh lebah yang mengandung banyak manfaat. Selain itu madu memiliki keistimewaan karena disebutkan didalam Al-quran. Pastinya kita sebagai umat muslim yakin bahwa banyak khasiat dari madu tersebut.

Tapi saya tidak akan membahas mengenai keistimewaan madu. Madu yang dibawakan oleh teman saya adalah madu dari lebah hutan yang sangat menggiurkan. Saya pun tertarik untuk membawa pulang sebagian madu tersebut. Kebetulan saya membawa satu gelas plastic dengan tutupnya. Saya menuangkan madu tersebut kegelas. Diperjalanan pada istirahat pulang, saya berfikir, madu ini adalah dzat yang sangat jelas kehalalannya namun madu ini dibawa oleh rekan kerja yang non muslim. Rekan kerja saya yang non muslim ini saya ketahui pernah melakukan taruhan bola. Yang saya ketahui uang yang berasal dari taruhan memiliki status HARAM. Keraguan mulai terasa dalam hati.

Sesampai dirumah, saya bilang ke istri bahwa saya membawa madu dari kantor yang merupakan oleh-oleh dari teman yang baru saja dinas luar kota. Saya juga menceritakan bahwa ada keraguan untuk mengkonsumsi madu tersebut. Akhirnya istri saya bilang ”jika uda yakin madu tersebut dibeli dengan uang yang halal mari kita konsumsi dan jika uda tidak yakin madu tersebut dibeli dengan uang yang halal atau bercampurnya uang yang halal dengan yang haram sehingga menimbulkan keraguan sedangkan segala bentuk keraguan sebaiknya ditinggalkan. Jangan fikirkan tergiur dulu segala manfaat madunya, cermati dulu kehalalan dari madu tersebut”.

Saya menjawab ” jika madu tersebut dibeli, saya meragukan kehalalannya karena sumber penghadilan yang telah bercampur dengan sesuatu yang haram”. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari orang-orang yang non muslim yang mungkin bisa menerima madu tersebut.

Alhamdulillah, kami berhasil mengatasi masalah ini. Dan kami yakin ada hikmah dari kejadian ini.

Setelah istirahat saya pun kembali ke kantor, baru setengah jam duduk di depan komputer ada seorang rekan kerja yang menanyakan mengenai madu tersebut. Dan salah satu dari rekan kerja yang dinas keluar kota tersebut menerangkan bahwa madu yang dibawanya itu merupakan pemberian dari rekan kerja dikota yang mereka kunjungi, madu tersebut tidaklah dibeli dengan uang mereka. Mendengar hal tersebut, dalam hati saya langsung mengucapkan alhamdulillah, madu yang ada dirumah bisa saya konsumsi. Dan alhamdulillah kami bisa memegang prinsip yang kami yakini, ketika kami ragu maka akan kami tinggalkan, alhamdulillah Allah memperlihatkan kebesarannya dengan menunjukkan histori dari madu tersebut.

Pelajaran yang dapat diambil adalah:

Makanan dan minuman yang halal adalah makanan yang diperoleh atau dibeli dari uang yang halaldan dzat yang terkandung dalam makanan tersebut 100% halal. Jika kita meragukan bahwa sebuah makanan dibeli dengan uang yang tercampur antara halal dan haram sehingga membuatnya menjadi meragukan (syubhat) maka tinggalkanlah walaupun dzat yang terkandung didalamnya 100% halal. Seperti contoh diatas.

Semoga bermanfaat.

4 responses to “Halal Halal Halal!!!

    • iya bayu, makan makanan yang haram akan menghalangi dikabulkannya do’a oleh ALLAH. makanya kita harus cermat dalam memilih makanan, selain cara mendapatkannya, komposisi makanan tersebut harus diperhatikan…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s