Menghargai Hal Kecil

Hari sabtu lalu saya menemani istri untuk pergi berbelanja di pasar traditional. Kami menghasbiskan waktu sekitar 1 jam untuk belanja kebutuhan 1 minggu. Setelah berputar-putar kesana-kesini dan semua yang ada dicatatan telah dilengkapi, kamipun segera pulang dan berjalan menuju parkiran. Saya mengambil sepeda motor dan menyiapkan uang Rp. 1.000 untuk tukang parkir yang sudah stand by di dekat gerbang parkiran. Uang parkiran yang saya siapkan terdiri atas 1 koin pecahan Rp. 500, 2 koin pecahan Rp 200 dan 1 koin pecahan Rp. 100. Saya menyerahkan uang tersebut kepada tukang parkir yang sudah stand by. Dan apa yang terjadi?

Saya agak kaget ketika bapak tukang parkir tersebut ternyata menunjukkan mimik muka marah. Bapak tukang parkir merasa ternyata tidak suka dengan uang yang saya berikan karena uang tersebut terdiri atas uang koin, Bapak tersebut menginginkan uang ribuan. Melihat hal ini, sayapun tertawa tertahan. Dalam benak saya, apa bedanya uang seribu rupiah yang terdiri atas uang koin dengan uang seribu rupiah yang terdiri atas beberapa koin?

Akhirnya disepanjang jalan menuju rumah, saya dan istripun berdiskusi dan berikut pelajaran yang dapat kami ambil:

  1. Hargailah sesuatu yang kecil. Kita bisa mendapatkan sesuatu yang besar karena mengumpulkan hal-hal kecil yang ada disekeliling kita. Uang 1 Milyar rupiah tidak akan bernilai 1 Milyar ketika uang tersebut kurang sebesar Rp. 100 bukan. Akan ada cacat pada uang 1 milyar tersebut bukan. Dapat kita lihat betapa pentingnya uang Rp 100. Bagaimana mungkin kita menjadi sebuah Negara besar jika kita tidak menghargai hal-hal kecil.
  2. Orang yang cepat marah dan tersinggung adalah orang yang mempunyai harga diri yang rendah. Dengan membuka hati dengan selapang-lapangnya untuk menerima kekurangan orang disekitar kita akan membuat kita mudah untuk memaafkan orang-orang yang mungkin pernah membuat kesalahan.
  3. Maafkanlah orang yang berbuat tidak baik kepada kita dan keluarga secepatnya-cepatnya agar kesucian hati tetap terjaga dengan cara mengingat segala kebaikan yang pernah ia lakukan terhadap kita.
  4. Menjaga sikap dan perilaku saat berhadapan dengan orang lain. Perhatikan segala sikap dan mimik wajah pada saat berkomunikasi dengan orang lain.

Semoga saya bisa mengambil hikmah dari kejadian ini dan semoga tulisan ini berguna bagi setiap pembaca. Semoga bermanfaat🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s