Belajar dari Gelas

Gelas adalah peralaran rumah tangga yang saya rasa ada disetiap keluarga. Gelas sering digunakan untuk minum, baik itu untuk air putih, juice dan minuman lainnya.

Gelaspun beragam macamnya. Ada gelas biasa yang berwarna bening, gelas keramik. Gelas kristal dan lain sebagainya. Kualitas gelas inipun masing-masing ada tingkatannya. Ada gelas yang digosok atau dicuci maka ia akan kembali bersih dan mungkin ada juga gelas yang disebut gelas kristal yang apabila digosok atau dicuci maka ia akan semakin bersih, jernih dan juga berkilauan, wallahu ’alam karena saya tidak memiliki gelas kristal ini dirumah.🙂

Semalam pada saat saya dan istri Ani sayang lagi makan malam, saya melihat gelas yang jernih, bening dan bersih.
Dan saya teringat, ketika sorenya bahwa gelas itu terletak didekat dapur. Gelas tersebut keliatan buram karena sudah digunakan. Ada bekas jejak jari, bekas air yang sudah mengering sehingga gelas tersebut kelihatan buram.

Saya berbicara kepada istri.
”mungkin hati seperti gelas juga ya Ani. Jika gelas kaca yang sudah buram karena dipakai kemudian dibersihkan maka ia akan kembali bening, bersih dan bersinar. Demikian juga dengan hati, jika kita tidak membersihkan hati setiap saat maka hati tersebut akan menjadi buram dan lama-lama menjadi kotor”

Ani sayang pun sepakat dengan saya, hati memang harus dijaga dengan baik supaya tetap bersih dan suci.

Bagaimana caranya membersihkan hati?
Hati dapat dibersihkan dengan cara mendekatkan diri kepada Allah, menghadiri majelis-majelis ilmu yang akan menuntun kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam urusan beragama. Meningkatkan pemahaman setiap ilmu ketaraf yang lebih baik. Insyaallah dengan memperbanyak ilmu serta mengimplementasikannya didalam kehidupan sehari-hari, hal ini adalah termasuk salah satu cara untuk membersihkan hati sehingga hati kembali jernih, bersih, bersinar bahkan berkilauan seperi kristal. Wallahu ’alam.

 

Semoga Bermanfaat🙂

2 responses to “Belajar dari Gelas

  1. Sepakat Uda. Kebahagiaan hidup pun terletak pada bagaimana hati kita dalam menerima kebenaran dan terus-menerus berjalan pada ridho Allah. Semoga kita bisa selalu menjaga kebersihan hati dan berjalan pada jalan yang diridhoi Allah. Amin🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s